Minggu, 11 Januari 2009

Save Palestine













Syuhada
Oleh Wida Sireum Hideung

: kepada pejuang palestina

kupuja engkau wahai cahaya abadi, bukan
karena aku takut siksa atasku, namun aku tak
ingin ada cahaya lain yang membutakanku.
engkau tempat seluruh rinduku berlabuh,
menghantarkan baitbait syahadat pada puncak
maghfirahmu.

kerlip lilin dalam gua kesadaranku senantiasa
menyala, bersama tetes air mata dzikir yang
tak henti, dari bening bola mata para bidadari.
patahpatah lidahku mengucapkan asmamu,
meraih damai yang memancar dari sembilan
puluh sembilan nama.

tak ada kematian, selain kematian dengan
memegang teguh panjipanjimu, ruhku masih
menyebut asmamu, ketika jasad tak lagi
mampu menggerakkan rakaat rakaat panjang
keikhlasan.

















































































Readmore »»

Rabu, 07 Januari 2009

Kisah Sandal JEpit

Di sebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota, nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.
Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.

“Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”, sergah sang sepatu dengan nada congkak.

Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.


“Apa menariknya menjadi sandal jepit ?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.

Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata

“Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya di tempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya”.

Sandal jepit berhenti berbicara sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.

“Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di didalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sesekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu?. Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang spesial. Dalam kamus kehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya”.

Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.

“Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman.”

Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit.

“Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang”, jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya.

Sandal jepit tersenyum dengan bijak

“Sahabatku! ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya”

Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera mengambil air wudhu. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu.

“Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikanpun manusia mengajakku dan meninggalkanmu”
Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke mushola dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan.
“Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku, sandal jepit yang terhormat”.

dari milis.
Readmore »»

PHK sebuah solusi atau masalah baru?

Mungkin sudah menjadi suatu fenomena yang biasa terjadi bagi perusahaan-perusahaan yang ada saat ini apabila menghadapi suatu kondisi krisis seperti sekarang. Maka beberapa kebijakan Cost Reduction yang menyangkut masalah keuangan pun bermunculan.

Biasanya pihak manajemen melakukan langkah-langkah pengurangan biaya difokuskan kepada biaya operasional di mana di dalamnya juga tercantum biaya karyawan. Bahkan opsi yang lebih ekstrim lagi adalah melakukan pengurangan karyawan.


Hasilnya dalam jangka pendek mungkin akan terlihat signifikan, misalnya akhir tahun 2008, akan sangat terasa. Angka metriks dan rasio keuangan bisa dikelola dengan baik. Persediaan terjaga dengan baik. Piutang mampu dikelola dengan prima. Siklus operasi terjaga bagus. Pokoknya, buku perusahaan tampil dengan baik walau krisis melanda.

Lalu benarkah demikian? Apakah bisnis hanya sekedar angka tanpa mendeskripsikan proses bagaimana angka itu terjadi. Dan bagaimana pula implikasinya pada jangka menengah dan panjang ?

Dalam kondisi ini biasanya manajemen yang panik justru akan semakin menekan karyawannya dengan kebijakan-kebijakan ketatnya atas nama efisiensi dan peningkatan produktivitas kerja. Tak mau tahu target harus tetap dicapai, apapun caranya. Halal bukan ukuran. Pokoknya harus mencapai target. Pengeluaran harus diturunkan sampai batas minimal tapi target harus dicapai pada tingkat maksimal. Yang paling mengerikan kalau mengkaitkan pencapaian target pendek tiga bulan ini dengan pemotongan bonus besar-besaran. Lebih ngeri lagi kalau genderang PHK mulai dikumandangkan.

Dalam jangka pendek, gaya ekstrim seperti itu memang membuahkan hasil keuangan yang kelihatannya kuat. Tapi kalau mau jujur, pemimpin yang demikian itu mengorbankan masa depan hanya untuk memikirkan pencapaian hasil tahun ini. Mengorbankan eksistensi dan going concern perusahaan agar bonus dan kinerjanya tahun ini tetap terjaga.

Ingat, karyawan adalah HUMAN RESOURCES. Artinya bukan sekedar RESOURCES tapi juga HUMAN. Dalam keadaan krisis, tatkala penjualan perusahaan turun, produksi turun, karyawan kecillah yang menderita. Pendapatan mereka berkurang banyak karena lembur tiada lagi, insentif produksi menghilang namun pengeluaran rumah tangga mereka meningkat.

Sikap menghadapi krisis ini hendaklah masing-masing manajemen perusahaan tidak hanya mementingkan profitabilitas semata namun juga tetap menciptakan kebijakan yang memiliki unsur Human Spirit

Salah satu CEO yang mampu menyikapi hal ini dengan Human Spirit yang kuat adalah Chua Sock Koong, pimpinan Singtel. Naluri keibuannya membuat ia berani berujar:

“The current global financial crisis is unprecendented. A slowdown of the growth of the group’s businesses is expected. Singtel profit falls 12 % on overseas investments. The company will look to cut costs and has implemented a hiring freeze but isn’t looking to reduce headcount at this time’. As a business we continue to review operating efficiencies …. there could be redeployment of headcount across different businesses, staff cuts will be something we see as a last resort’.


disadur dari beberapa sumber portalhr.com
Readmore »»

Selasa, 06 Januari 2009

Review Tanjung Kait , Tanjung Pasir & Untung Jawa

Minggu, 04 Januari 2008

Bermula dari rasa penasaran ingin tahu daerah tanjung kait tangerang, maka berangkatlah saya berdua dgn istri ke daerah tanjung kait dgn menggunakan motor. Klo saya liat di web wikimapia jarak dari rumah (kotabumi) saya ke tanjung kait sekitar 20 km source: http://wikimapia.org/#lat=-6.0704022&lon=106.5852356&z=13&l=5&m=a&v=2

Berbekal wikimapia berangkat juga akhirnya saya dgn isri dgn jalur yg di tempuh Kotabumi - Cadas - Sepatan - Mauk, sekitar 45 menit perjalanan santai akhirny tiba di tanjung kait, Dan disekitar Pantai Tanjung Kait ini banyak terdapat Klenteng atau Bangunan Periabadatan etnis Tionghoa.


Menjadi tetangga Jakarta memberikan banyak keuntungan bagi Tangerang. Salah satunya menjadi jujukan warga Jakarta yang ingin berwisata ke lokasi yang tidak terlalu jauh.Tangerang juga menawarkan wisata alam pantai sepanjang 40 kilometer. Di garis pantai sepanjang itu, terdapat dua titik yang menjadi wisata andalan, yaitu Tanjung Pasir dan Tanjung Kait.


Setelah menyusuri pinggir jalan sepanjang bibir pantai tanjung kait setelah melewati sebuah kelenteng baru terlihat pintu masuk ke areal pantai tanjung kait. Di sini kami di kenakan biaya masuk sebesar Rp.3000. Hum... kesan pertama saat pertma kali tiba di area pantai yang sedikit dipadati oleh wisatawan lokal yg berenang dipantai ialah kondisi kotor dan tak terawat.padahal banyak wisatawan lokal yang memanfaatkan wisata murah yg terjangkau. Selain kotor oleh sampah-sampah yang berserakan di pinggiran pantai dan kios-kios pedagang, tingkat abrasi pantai tersebut juga sudah demikian parah sehingga membuat daratan pantai mulai terkikis habis.

Sangat memprihatinkan,..Kawasan Tanjung Kait padahal merupakan kawasan wisata potensial karena selain mengandalkan pantainya, kawasan ini juga punya wisata religius berupa vihara Tanjung Kait yang terkenal sampai luar negeri..Mudah2an PEMKAB TAngerang segera menangani masalah ini

Skip2 kita melanjutkan perjalanan, setelah bertanya pada tukang parkir arah Tanjung Pasir maka kami melanjutkan perjalanan dgn menyusuri jalan di bibir pantai tanjung kait di tepi sawah jalan yg rusak tdk beraspal, setalah melewati kantor BP2IP (badan pendidikan pelatihan ilmu pelayaran) baru kami menemukan jalan beraspal yg cukup bagus, mungkin jln ini dibuat bagus untuk akses ke kantor BP2IP. Dari sini kita terus menyusuri jalan melewati daerah cituis..trus ke pakuhaji..trus mengambil arah kiri di pertigaan Tanjung pasir.

Di Jalan menuju TAnjung Pasir kami melewati taman buaya atau taman penakaran buaya, kami blm tau persisi seperti apa, Namun kami tersu melanjutkan perjalanan ke tanjung pasir, setibanya di pintu gerbang kami dikenakan biaya RP 2500/ org dan parkir motor Rp 3000,.. hum cukup murah bukan. Setelah memarkir motor kami berdua jlan menyusuri pantai terlihat banyak perahu motor yang hilir mudik menaikan/menurunkan penumpang.

Dgn penasaran saya bertanya kemana kapal motor tersebut, Ternyata kapal motor tersebut membawa pengunjung ke pulau Untung jawa. tanjung Pasir tidak sekotor TAnjung Kait mungkin di areal ini PEmkAb Tangerang benar2 menata objek wisata ini. Tanpa pikir panjang kami pun langsung menaiki kapal tersebut dan dimintai tarif Rp 1000/org PP cukup murah bkn. Kapal Tersebut dikendalikan oleh mesin diesel sehingga suara mesinnya cukup nyaring terdengar. Sekitar 30 menit terombang ambing di laut kamipun sampai di darmaga. Pemilik kapal meberitahukan bahwa kapal akan kembali menjemput pada pukul 17:00 sore hari.

Setelah melewati darmaga ada sebuah loket untuk akses masuk hanya dgn membayar RP3000/org. Wow kesan pertama tiba di pulau ini..hum perkampungan nelayan yang tertata rapih..Untung jawa merupakan daerah kepulauan seribu yang merupakan bagian dari DKI JKT.Pantainyapun jauh sekali dibandingkan dgn tanjung kait atau Tanjung pasir, Pantainy lebih bersih.. jarang ditemukan sampah yg berserakan di bibir pantai. Di area pulau ini masyarakat stmpat menyebut penginapan sebagai "homeStay" saya sempat menanyakan ke pemilik home Stay tarif sewa per malam RP 250000 untuk kamar yang Ber AC. wah bisa jadi target liburan nih .. Dari pulau ini terlihat kota jakarta dikejauhan gedung BNI 46 pun bisa terlihat dari pulau ini, sungguh pemandangan yang menakjubkan

Skip2 waktu sudah menunjukan hapir jam 17:00 Belum puas rasanya menyusuri untung jawa, mungkinnliburan nanti akan kembali lagi untuk merasakan bermalam di pulau ini.. HUm...sudah saatny kami kembali ke darmaga untuk dijemput oleh kapar motor yg membawa kami ke pulau ini. Sesampai di darmaga banyak sekali calo2 perahu yang menawarkan menaiki perahu mereka, Tapi kami bersikeras untuk menunggu perahu yg membawa kami kesini, jam menunjukan pukul 17:45 namun perahu tersebut blm kunjung datang,. kami pun terpaksa menaiki perahu yang ditawarkan calo tersebut mengingat hari sudah mulai gelap dan ombakpun semakin besar dengan membayar lagi ongkos Rp 20000/org. Saat menyebrangi laut arus laut sedang besar2nya, kapal motor nelayan yg sederhana ini tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai seperti pelampung,..wah pikiran sudah mulai kemana2 berandai-andai jika terjadi sesuatu yang mengerikan karena sempat bebrapa kali mesin kapal dimatikan karena ada ombak yang besar.Setelah 30 menit akhirnya sampai juga kami di pantai tanjung pasir, Sekedar memberi tips jika ingin menyebrang ke pulau untung jawa sebaiknya jangan pulang terlalu sore dari pulau itu karena Perahu motor yang membawa pulang sedikt jumlahnya dan yang paling buruk ombak di laut cukup besar pada sore hari.

What a nice trip.. Saatnya pulang, kami akan kembali untukmu Untung Jawa

Pic from untung java island :




























































































Readmore »»

Minggu, 04 Januari 2009

Kawah Gunung Papandayan

GARUT – Tahun baru 1430 H Menjelajahi keindahan pesona alam Kabupaten Garut, Jawa Barat, sepertinya tidak akan ada habisnya. Sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh pegunungan dan tiga gunung besar, yaitu Gunung Cikurai, Gunung Guntur, dan Gunung Papandayan. hum..sekalia pulang ke rumah mertua pada kesempatan liburan kali ini saya mencoba mendatangi kawah gunung papandayan

Kawah gunung Papandayan ini bisa didatangi oleh masyarakat umum yang bukan pendaki. gunung sekalipun

Papan petunjuk bertuliskan ”Kawah 1 Km” menjadi pintu masuk menuju puncak Papandayan.


Jalan setapak berhadapan langsung dengan jejeran warung di sekitar areal parkir. Kami menyusuri jalan setapak tersebut yang berupa batuan vulkanis. Di kiri kanan jalur, tanaman jenis cantigi terlihat menghijau. Sesekali jalur menanjak dan melewati aliran air yang membentuk sungai-sungai kecil bercampur belerang.

Setelah berjalan hampir satu jam kami sampai di areal kawah. Apa yang kami lihat selanjutnya merupakan fenomena alam yang menakjubkan. Dinding kawah berwarna putih keemasan tampak menyembul di antara asap sulfatara yang keluar dari kawah Papandayan. Di punggung puncak gunung ditumbuhi tanaman, sementara di kejauhan tampak kerucut raksasa Gunung Cikurai.

Letusan besar pertengahan November 2002 ternyata makin mempercantik Gunung Papandayan dengan bertambahnya beberapa kawah baru. Selain itu, runtuhnya dinding kawah Bukit Nagrak membuat dinding ini menjadi lebih besar dan indah dengan warna keemasan.

ini merupakan foto2 hasil perjalanan saya di kawah gunung papandayan :
































































































































































Readmore »»

Rabu, 03 Desember 2008

Ulang Tahun Istriku... (wisata kuliner bumbu oju seafood & Resto)

Happy Birthday my wife...wish all the best for u...

Friday,28 nov 2008

Setelah td malam buat sedkit surprise jam 12:00 malam sepulang lembur ngasih black forest walaupun sedikit rusak dalam perjalanan... tapi tdk mengurangi maknanya heheh

Sore pulang dari kntr di teraktir makan deh...seharusny hari ini jadwal latihan badminton tapi special hari ini off dulu for this special day hehe.




Tujuan ke bumbu ojo seafood n resto. Tempatny agak tidak terlihat dari jalan, sekilas terlihat kecil dari jalan utama, padahal di dalamny lahanny cukup luas. Terletak di belakang bandara soe hatta, tepatny di jalan marsekal surya darma di depan saran irigasi cisadane M1










Lumayan tidak perlu jauh2 ke muara angke ake daerah dadap untuk nyari kuliner seafood denga harga terjangkau. Dengan view sawah tempat makan lesehan & life music bumbu oju bisa jadi tempat alternatif kuliner di sekitar bandara so-hatta

Aduh.... kenyang banget .....

Happy birthday my lovely wife..makasih teraktiranny yah.....

Bumbu oju :





































Readmore »»

Minggu, 05 Oktober 2008

Moedik Report

Moedik euy,,,,,, Tujuan Garut
Trayek Jakarta - Cipularang - Cilenyi - Nagrek - Garut (estimate 4 hours klo lancar -) klo macet y berdo'a saja biar nyampe...

H-2 berangkat dari JKT 06:30 pagi .....hum tol sepi..... banget cilenyi bandung sepi bgt.... ga padat seperti perkiraan. Emang sih puncak arus mudik H-3 & H-4

09:00 Sampe di Nagrek nyoba jalan baru....baru di resmiikan lumayan jadi lancar ... cepet bgt biasany jkt-nagrek bisa 3 jam klo lancar ini cuma 2.5 jam kondisi lebaran lagi..





09:45 ----sampe kota garut......tinggal naik delman sampe deh rmh mertua






** nyari oleh2 khas garut...apalagi juga klo bukan dodol....tapi banyak juga cemilan...krupuk kulit nyummy..


H -1 ---> Goes to TAsikmalaya


** mampir dulu sholat Dzuhur di mesjid agung tasikmalaya

*** back to JKT H + 3.... no comment brangkat dari tasik jam 15:30 sore - sampe Jkt jam 03.30 pagi ...(12 jam dijalan) macet,,,,.............!!!
Readmore »»